ADVENTURE TOUR & TRAVEL

Blog

Chocolate Ville Bangkok

Kreatif! Itulah kabar terbaru dari liburan ke Thailand. Tempat-tempat bernuansa Eropa makin banyak bermunculan di Bangkok. Chocolate Ville misalnya, memindahkan seluruh nuansa Eropa ke dalam sebuah tempat makan asyik!

Kalau bosan dengan pusat kota Bangkok, melipirlah ke pinggiran timur laut Bangkok. Di Jalan Kaset Nawamin, Bangkok, ada tempat makan baru bertemakan desa-desa Eropa di dalam satu tempat. Chocolate Ville namanya.

Saat tim liburanbangkok.com tiba pada Minggu (25/11/2012) sore, foodcourt Chocolate Ville baru menggeliat karena baru buka pada pukul 16.00 WIB sampai tengah malam. Kincir Belanda tampil mencolok di pinggir jalan raya sebagai penanda tempat ini dari kejauhan.

img

Kincir angin Belanda rupanya barulah awal dari keterkejutan kami. Dari gerbang masuk tampak sebuah menara suar, dan rumah kayu bertuliskan Village Market & Deli. Ini tempat makan rupanya dengan ratusan meja berjejer outdoor dan indoor. Kami baru sadar kalau semua bangunan yang ada di Chocolate Ville mayoritas bertema Eropa dan Amerika.

Detilnya ciamik, mulai dari Conservatory Garden berbentuk gazebo, The Bell House berbentuk kapel, Farmville Dairy Barn berbentuk lumbung peternakan, Rosewood Inn penginapan desa di Inggris, atau Old Town Wine Cellar berupa rumah wine. Begitu juga arsitektur, dekorasi dan fasad bangunan. Benar-benar bernuansa Eropa, bahkan ada kanal buatan walaupun tidak dipakai berperahu.

Semuanya adalah restoran dengan makanan barat tapi tetap ada juga makanan Thailand. Dengan setting sebagus ini, tentu saja orang tidak langsung datang untuk makan. Mereka berfoto-foto dulu dong. Dahsyatnya, semua titik di tempat ini asyik untuk berfoto. Bergayalah sepuasnya!

Tapi setelah berkeliling, tempat ini tidak ada urusannya dengan coklat yang menjadi nama resminya. Menurut Indra Nugraha dari Tourism Authority Thailand, tempat ini sebelumnya merupakan toko coklat yang tidak terlalu laku lantas dipermak menjadi foodcourt bertema Eropa.

Kami pun akhirnya memilih makan di sebuah glass house dengan banner bendera Jerman dan tulisan Oktoberfest. Konsepnya adalah meniru Munich, Jerman dan kami pikir berhasil. Semua prasyaratnya dipenuhi. Mejanya harus panjang dan bahkan diputarkan lagu tradisional Jerman yang dinyanyikan dengan gaya yodel khas Bavaria.

Makanan yang kami pesan dicampur-campur saja, ada seafood, steak, kari dll. Yang mengejutkan, harganya ramah kok di kantung wisatawan. Setiap orang hanya habis 20-25 Baht yang artinya sekitar Rp 60.000-75.000.

Ini sama saja Anda makan di mal-mal gaul di Jakarta. Tapi, Chocolate Ville jelas menang suasana. Tapi, pantauan tim liburanbangkok.com, sedikit sekali wisatawan asing yang datang ke sini. Tapi tempat ini penuh dengan warga Bangkok.

“Tempat ini baru buka Desember 2011. Masih baru, dan tempatnya memang bukan di tengah Kota Bangkok,”

kata Regional Director Tourism Authority Thailand (TAT) Nithee Seeprae.

img

Nah, kendaraan umum yang mungkin jadi masalah kalau ingin pergi ke Chocolate Ville. Tempat ini berada di timur laut Bangkok yang memang bukan daerah wisatawan. MRT terdekat adalah Lat Phrao, tapi dari situ harus disambung bis, karena terlalu jauh untuk naik tuk-tuk dari stasiun MRT. Tapi, kalau Anda liburan ke Thailand dengan jasa tur, tinggal minta diantar ke Chocolate Ville, beres!

 

sumber :http://travel.detik.com/readfoto/2012/12/11/185529/2115830/1384/6/chocolate-ville-ini-bangkok-atau-eropavb011381

Leave a Comment


8 − six =